Kamir Abdullah: Prabowo Berhasil Jaga Stabilitas Pasar dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA – Pengamat kebijakan publik, Kamir Abdullah, menilai perkembangan ekonomi dan pasar Indonesia menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sejumlah kebijakan strategis pemerintah mulai memperlihatkan dampak nyata terhadap stabilitas ekonomi nasional dan daya tarik investasi global.

Kamir menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada triwulan I 2026 menjadi indikator kuat bahwa fondasi ekonomi nasional tetap kokoh di tengah tekanan global. Pertumbuhan ini bahkan lebih tinggi dibanding periode sebelumnya, menunjukkan adanya konsistensi kebijakan pemerintah dalam menjaga momentum ekonomi.

“Ini sinyal positif. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan di atas 5 persen. Artinya, arah kebijakan ekonomi pemerintah cukup tepat dan adaptif,” ujar Kamir kepada sejumlah awak media di Jakarta, Jumat (24/7).

Selain pertumbuhan, Kamir juga menyoroti meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia. Ia merujuk pada tren masuknya investasi besar, termasuk proyek energi dan rencana pengembangan pusat keuangan internasional yang diproyeksikan mampu menarik investasi hingga ratusan triliun rupiah.

Menurut Kamir, langkah pemerintah membuka ruang investasi melalui kebijakan fiskal yang kompetitif, termasuk insentif pajak jangka panjang, menjadi strategi penting dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

“Pasar Indonesia kini mulai dilirik kembali sebagai destinasi investasi yang menjanjikan. Ini tidak lepas dari keberanian pemerintah dalam melakukan reformasi struktural,” tambahnya.

Di sektor pasar modal, Kamir melihat adanya peluang besar dengan meningkatnya minat investor global terhadap saham Indonesia yang dinilai undervalued. Kondisi ini membuka ruang pertumbuhan baru bagi pasar keuangan domestik.

Meski demikian, Kamir mengingatkan bahwa tantangan tetap ada, seperti tekanan nilai tukar dan dinamika global. Namun ia menilai langkah Bank Indonesia yang menjaga stabilitas suku bunga merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekonomi.

Lebih lanjut, ia menilai visi ekonomi Presiden Prabowo yang menekankan kemandirian pangan, energi, dan industrialisasi menjadi fondasi jangka panjang yang kuat bagi transformasi ekonomi Indonesia.

“Jika konsistensi ini dijaga, Indonesia tidak hanya tumbuh, tetapi juga naik kelas menjadi kekuatan ekonomi baru di kawasan,” tegas Kamir.

Di akhir pernyataannya, Kamir menegaskan bahwa kombinasi antara stabilitas makroekonomi, reformasi kebijakan, dan keberanian membuka peluang investasi merupakan kunci utama dalam mempercepat perkembangan pasar Indonesia di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.