“Kepergian Kamir Abdullah alias Kamir Parojai bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga kehilangan seorang teman seperjuangan yang dikenal ringan tangan, murah hati, dan selalu berusaha menghadirkan solusi bagi orang-orang di sekitarnya”.
GOWA — Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Senin pagi, 19 Oktober 2026, pukul 05.43 WITA, Kamir Abdullah, yang lebih dikenal dengan nama Kamir Parojai, berpulang ke rahmatullah. Kabar itu membawa kesedihan bagi keluarga, sahabat, dan keluarga besar Pelajar Islam Indonesia (PII) serta Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) di berbagai penjuru Tanah Air.
Ada orang yang kehadirannya meninggalkan kesan karena jabatan yang pernah disandangnya. Ada pula yang dikenang karena luasnya pergaulan dan besarnya pengaruh. Namun, ada orang-orang yang meninggalkan sesuatu yang lebih dekat dengan hati: kenangan tentang pertolongan, ketulusan, dan kebaikan yang pernah mereka berikan.
Kamir Parojai termasuk sosok yang dikenang dengan cara demikian.
Bagi banyak orang yang mengenalnya, almarhum bukan sekadar sahabat atau rekan seperjuangan. Ia adalah seseorang yang bisa dihubungi ketika ada kesulitan, tempat berbagi persoalan, dan sosok yang berusaha mencari jalan keluar ketika orang lain sedang membutuhkan bantuan.
Ia dikenal baik hati dan dermawan. Bantuan yang diberikannya tidak hanya berupa materi, tetapi juga pemikiran, nasihat, dan solusi. Di lingkungan PII dan KB PII, kepedulian semacam itu membuat namanya dikenal luas oleh para pengurus dan kader, termasuk mereka yang berada jauh dari lingkaran pergaulan sehari-harinya.
Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk membantu. Namun, bagi mereka yang mampu, tidak semuanya memiliki kelapangan hati untuk melakukannya. Kamir Parojai dikenang sebagai sosok yang berusaha menjadikan kemampuan dan pergaulannya sebagai jalan untuk menolong sesama.
Barangkali, bagi almarhum, membantu seorang sahabat bukanlah sesuatu yang perlu diumumkan. Ia merupakan bagian dari persaudaraan itu sendiri. Ketika seseorang membutuhkan pertolongan, yang terpenting adalah bagaimana bantuan dapat diberikan dan persoalan bisa menemukan jalan penyelesaian.
Di situlah salah satu sisi kemanusiaan Kamir Parojai yang paling membekas: ia tidak hanya hadir dalam percakapan tentang persaudaraan, tetapi juga berusaha mewujudkannya dalam tindakan.
Persahabatan yang Melampaui Jabatan dan Kedudukan
Perjalanan hidup Kamir Abdullah mempertemukannya dengan banyak orang dari beragam latar belakang. Dalam pergaulan dan perjuangannya, ia dikenal memiliki hubungan dengan sejumlah tokoh politik nasional, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Pergaulan tersebut menjadi bagian dari perjalanan sosial dan kebangsaannya. Namun, ketika mengenang seseorang yang telah berpulang, yang paling berarti bukan semata-mata siapa saja yang pernah berada dalam lingkaran pergaulannya, melainkan bagaimana ia membangun hubungan dengan orang-orang yang dijumpainya.
Bagi para sahabat dan kader PII maupun KB PII, kenangan tentang kebaikan dan kesediaannya membantu merupakan bagian penting dari warisan personal yang ditinggalkannya.
Sebab, persahabatan sejati tidak diukur hanya dari lamanya perkenalan atau tingginya kedudukan seseorang. Persahabatan menemukan maknanya ketika seseorang bersedia berbagi beban, menguatkan ketika keadaan sulit, dan tetap peduli tanpa menghitung-hitung keuntungan yang akan diperoleh.
Dalam kehidupan yang semakin sibuk dengan urusan masing-masing, kehadiran orang seperti itu menjadi sesuatu yang berharga. Dan ketika ia pergi, kehilangan yang dirasakan tidak hanya menyangkut sosoknya, tetapi juga kehangatan dari berbagai kebaikan yang selama ini hadir melalui dirinya.
Pikiran untuk Bangsa, Kepedulian untuk Sesama
Di luar pergaulan dan persahabatannya, Kamir Parojai juga dikenal sebagai pengamat kebijakan publik yang memberikan perhatian terhadap persoalan bangsa dan negara.
Melalui pandangan dan pemikirannya, ia turut mengambil bagian dalam percakapan mengenai kehidupan publik dan arah kebangsaan. Baginya, persoalan bangsa membutuhkan perhatian, pemikiran yang konstruktif, serta kesediaan untuk terus mencari jalan yang lebih baik.
Kiprah ini memperlihatkan bahwa kepedulian dapat hadir dalam berbagai bentuk. Ada yang mengabdi melalui jabatan formal, ada yang bekerja melalui gagasan, dan ada pula yang menguatkan kehidupan sosial melalui bantuan nyata kepada sesama.
Dalam diri Kamir Abdullah, ketiga ruang itu menjadi bagian dari perjalanan hidup yang dikenang oleh orang-orang di sekitarnya: pergaulan, pemikiran, dan kepedulian.
Tentu, setiap manusia memiliki keterbatasan dan kekurangan. Namun, mengenang seseorang dengan jujur juga berarti memberikan tempat yang layak bagi kebaikan-kebaikan yang telah dilakukannya, sembari menyerahkan segala kekhilafannya kepada ampunan Allah SWT.
Ketika Kepergian Mengajarkan Kita untuk Berbuat Baik
Kematian selalu mengingatkan bahwa tidak ada seorang pun yang memiliki kehidupan tanpa batas. Pada waktunya, setiap manusia akan meninggalkan dunia, rumah, pekerjaan, jabatan, dan orang-orang yang dicintainya.
Yang kemudian tinggal adalah kenangan, doa, dan jejak perbuatan yang pernah ditinggalkan.
Kepergian Kamir Parojai mengajak kita merenungkan kembali sebuah pertanyaan sederhana: ketika kelak kita dipanggil pulang, kebaikan apa yang akan dikenang oleh orang-orang yang pernah berjalan bersama kita?
Dalam Islam, kehidupan tidak hanya dimaknai sebagai kesempatan untuk mengumpulkan pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai amanah untuk memberi manfaat bagi sesama. Harta dapat menjadi jalan untuk bersedekah. Ilmu dapat menjadi jalan untuk menerangi. Kedudukan dan pergaulan dapat menjadi jalan untuk membantu orang lain.
Karena itu, kedermawanan dan kepedulian yang melekat dalam kenangan tentang Kamir Parojai patut menjadi inspirasi bagi siapa pun yang mengenalnya.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ketika manusia meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.
Kita berharap semoga bantuan yang pernah diberikan almarhum, ilmu dan pemikiran yang dibagikannya, serta setiap kebaikan yang pernah dilakukannya diterima oleh Allah SWT sebagai amal saleh. Hanya Allah yang mengetahui dengan sempurna nilai setiap amal dan ketulusan yang menyertainya.
Pada akhirnya, cara terbaik untuk mengenang orang baik bukan hanya dengan mengatakan bahwa ia pernah berbuat baik. Cara terbaik adalah meneruskan kebaikan itu.
Jika dahulu ia membantu, semoga kita tergerak untuk membantu. Jika ia menguatkan sahabatnya, semoga kita belajar menguatkan orang lain. Jika ia menggunakan pergaulan dan pemikirannya untuk mencari solusi, semoga kita pun berusaha menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Dengan demikian, kepergian seseorang tidak harus mengakhiri kebaikan yang pernah dimulainya.
Selamat Jalan, Sahabat
Jenazah Kamir Abdullah alias Kamir Parojai disemayamkan di Jalan Sultan Hasanuddin No. 28, Gowa (Dg. Tata Lama). Keluarga memohon doa dan keikhlasan semua pihak untuk memaafkan segala kekhilafan almarhum selama hidupnya.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kekuatan, dan ketenangan dalam menghadapi kehilangan ini. Tidak ada kata-kata yang sepenuhnya mampu menghapus kesedihan, tetapi doa dan dukungan dari orang-orang yang menyayangi dapat menjadi penguat dalam melewati masa-masa sulit.
Selamat jalan, Kamir Parojai.
Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan banyak orang. Terima kasih atas pertolongan yang pernah diberikan, persahabatan yang pernah dibangun, pemikiran yang pernah dibagikan, dan kebaikan yang telah ditanamkan.
Mungkin tidak semua orang sempat membalas kebaikanmu. Mungkin ada pula pertolonganmu yang telah lama berlalu dari ingatanmu sendiri, tetapi masih tersimpan baik dalam hati orang yang menerimanya.
Kini, ketika perjalananmu di dunia telah berakhir, biarlah doa-doa mengiringi langkahmu menuju keabadian.
Kami tidak mengetahui bagaimana kedudukan seseorang di hadapan Allah. Kami hanya berharap dan memohon agar segala kebaikanmu diterima, segala kekhilafanmu diampuni, dan rahmat Allah meliputi perjalananmu setelah kehidupan dunia.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.
Ya Allah, ampunilah Kamir Abdullah. Rahmatilah beliau, lapangkanlah kuburnya, terimalah amal ibadahnya, maafkanlah segala kekhilafannya, dan tempatkanlah beliau di tempat terbaik di sisi-Mu.
Semoga almarhum husnul khatimah, dan semoga kebaikan yang pernah ditinggalkannya menjadi inspirasi bagi mereka yang masih melanjutkan perjalanan kehidupan.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.










