Jakarta – Ketua Harian Perisai Prabowo, Kamir Abdullah, kembali menegaskan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berhasil meredam perbedaan pandangan yang sempat mengarah pada polarisasi tajam di masyarakat, sekaligus memperkuat stabilitas nasional secara nyata dan terukur.
Menurut Kamir, pasca kontestasi politik nasional, potensi fragmentasi sosial yang sebelumnya menguat kini menunjukkan tren penurunan. Hal itu, kata dia, tidak terlepas dari strategi konsolidasi nasional yang dilakukan Presiden dengan merangkul berbagai kekuatan politik dan elemen masyarakat.
“Kalau kita bandingkan dengan periode sebelumnya, tensi politik saat ini jauh lebih terkendali. Tidak ada lagi eskalasi konflik terbuka di ruang publik. Ini indikator nyata bahwa pendekatan Presiden berhasil,” ujar Kamir dihadapan sejumlah awak media di Jakarta, Rabu (15/7).
Ia memaparkan, sejumlah indikator makro turut memperkuat klaim tersebut. Di antaranya, tingkat inflasi nasional yang tetap terjaga di kisaran 2,5–3,5 persen, pertumbuhan ekonomi stabil di angka sekitar 5 persen, serta peningkatan realisasi investasi yang dalam beberapa laporan terakhir menembus lebih dari Rp400 triliun pada kuartal awal tahun berjalan.
Selain itu, Kamir juga menyinggung meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah yang tercermin dari hasil survei berbagai lembaga, dengan tingkat kepuasan masyarakat berada di atas 70 persen. Ia menilai, angka tersebut menjadi cerminan keberhasilan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas politik dan kinerja ekonomi.
“Stabilitas politik dan kepercayaan publik itu saling berkaitan. Ketika masyarakat percaya, maka potensi konflik menurun. Presiden Prabowo mampu menjaga keduanya secara bersamaan,” tegasnya.
Lebih jauh, Kamir menilai pendekatan komunikasi Presiden yang lebih terbuka dan langsung kepada masyarakat turut menjadi faktor penting dalam meredam perbedaan. Kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga melibatkan partisipasi berbagai pihak.
Kamir menambahkan, keberhasilan meredam perbedaan pandangan ini bukan sekadar capaian jangka pendek, melainkan fondasi penting bagi agenda pembangunan nasional ke depan, termasuk percepatan infrastruktur, penguatan sektor pangan, dan hilirisasi industri.
“Kalau polarisasi terus dibiarkan, pembangunan pasti terhambat. Tapi hari ini kita melihat sebaliknya—stabilitas terjaga, pembangunan berjalan. Ini bukti kepemimpinan yang efektif,” pungkasnya.
Liputan : Maya








